Postingan

Menampilkan postingan dengan label Review Film

The Lizard, Kalau Copet Jadi Utadz

Gambar
  Saya terlambat menonton film The Lizard yang sudah tayang sejak 2004  Film yang kemudian dilarang untuk tayang di Iran ini mendapat banyak penghargaan. Ceritanya sederhana, kritis, dan membuat kita terperangah. Babaknya diawali dari tertangkapnya seorang pencuri yang mahir memanjat: Reza Mesghalli. Julukanya Cicak. Dibawa ke penjara lalu dimasukkan dalam sel isolasi dengan pengantar kepala penjara yang bernama Mojaver. Mojaver, kepala sipir ini mengibaratkan penjara sebagai tempat diet rohani. Katanya, “Penjara adalah klinik spiritual yang akan mengantarmu ke surga meski dipaksa.” Retorika yang sugestif ini ditanggapi sinis oleh Reza. Terutama saat berada di penjara, ia kerap dibawa ke sel isolasi. Penjara telah membuatnya putus asa. Kamal Tabrizi, sang sutradara asap Iran berusaha meletakkan manusia dalam pribadi yang kompleks. Reza pernah berbuat baik di penjara, yakni kala melepaskan burung merpati yang terjerat di kaw...

TOGO; Kisah Persahabatan Yang Menyelamatkan Umat Manusia

Gambar
  Oleh; Melki AS ( Pegiat Social Movement Institute ) *** Bicara tentang persahabatan, saya kira adalah sesuatu yang sangat inspiratif bagi banyak orang. Banyak buku ataupun film yang kemudian mencoba mengangkat kisah-kisah tersebut. Dan walaupun rating penyiarannya tidaklah se- booming film-film action atau animasi, tapi kisah persahabatan selalu punya ruang tersendiri bagi penggemarnya. Salah satunya yang terbaru adalah kisah persahabatan manusia dengan hewan yang berjibaku menghadapi tantangan alam demi upaya penyelamatan umat manusia yang terserang penyakit mematikan. Ialah Togo, seekor anjing berjenis Siberian Huski yang kali ini diangkat oleh Ericson Core , sang Sutradara, untuk dikisahkan dalam film besutannya yang diproduksi oleh Disney . Film Togo diangkat dari sebuah kisah nyata yang terjadi pada tahun 1925. Dimana salah satu kota kecil, Nome, di Alaska, mengalami suatu musibah yang mematikan. Banyak penduduk terutama anak-a...

Ingin Menghukum Politisi Brengsek? Tontonlah Film Bacurau

Gambar
  “Film ringan, fiksi ilmiah yang membongkar kebobrokan masa kini, dan visi persatuan lokal yang menawarkan pedoman imaginatif untuk melawan” -New Yorker Pembuka adegan film ini sudah menggetarkan. Perempuan bernama Teresa pulang untuk pemakaman neneknya yang usianya sudah 94 tahun lebih. Di Bacurau, desa kecil yang penghuninya orang miskin, sederhana tapi bersahaja. Kepulangannya disambut dengan tabrakan truk pengangkut peti mayat. Peti mayat jadi adegan penutup dan pembuka. Sebuah penegasan muram kalau kematian itu jadi bagian utama kisah. Film bergaya surrealis yang getir, penuh pesona dengan tayangan gambar yang mirip dokumenter. Bacurau desa yang tiba-tiba didatangi seorang walikota yang wajahnya bersih, tampan, tapi diacuhkan oleh warga. Adegan yang saya sukai ketika politisi itu datang adalah ketika tak satupun warga keluar. Banyak yang bilang itulah kritik provokatif tentang kemarahan orang pada situasi politik Brazil. Politisi tak mutu d...

Kita Tak Butuh Senjata, Tapi Gundala

Gambar
“Jika suatu masyarakat tidak dapat menolong begitu banyak orang miskin, maka masyarakat itu tidak berhak untuk melindungi segelintir orang-orangnya yang kaya” -John F. Kennedy Untung ada Djoko Anwar. Sutradara yang membuat kita bangga melihat film Indonesia. Terutama film superhero yang tergolong langka. Di antara jepitan komplotan Marvel dan DC, kita seperti tak punya alasan untuk menciptakan superhero. Namun kita tahu superhero Marvel muncul untuk melawan musuh yang luar biasa saktinya. Sedang Gundala memulai dari sesuatu yang dekat dan kita alami sehari-hari. Babaknya dimulai dari ketidakadilan yang melanda pabrik. Buruh demonstrasi menuntut keadilan. Masalahnya tak terlalu jelas, tapi kita akrab dengan suasana itu. Kawanan buruh yang dihadang oleh lapisan aparat. Bentrok terjadi lalu pengkhianatan menyusul. Sancaka kecil -tokoh Gundala- menyaksikan drama itu. Bapaknya yang bertarung, bapaknya yang dikhianati, dan bapaknya yang mendidiknya untuk tidak bersikap e...

Bukan Film Bumi Manusia, tapi Dilan yang Ada di Bumi

Gambar
  “Film ini jatuh menjadi sebuah film cinta remaja dengan persoalan kolonialisme sebagai latar belakang” -Leila S. Chudori, Tempo 25 Agustus 2019 Saya tak menyaksikan film Dilan tapi saya membaca novelnya. Konyol, romantis, dan beraroma asmara. Kisah cinta itu berlatar tahun 90-an. Tak ada yang istimewa kecuali bujuk rayuan yang membuat kita bisa terperangah. Hanya, saya tak menyangka bisa bertemu Dilan lagi di abad kolonial. Sebuah abad yang bertutur tentang penindasan. Saat sistem kolonial telah menempatkan warga pribumi sebagai kasta paling bawah. Mereka dihisap apa saja: dirinya, kemampuannya, hingga kekayaannya. Satu-satunya yang mampu melawan adalah kaum terpelajar.  Dilan ada di tengah itu semua: kost di tempat yang sepertinya baru dicat, punya teman yang gayanya seperti anggota gank balap motor, dan berjalan di pasar malam ketimbang Indonesia pada abad ke-19. Namun situasi itu semua dihimpun dalam film yang judulnya saja Bumi Manusia. Kisah ...

'IN TO THE WILD' Kisah Petualang Sejati

Gambar
  Aku tak butuh uang. Uang membuat orang selalu khawatir. Lebih dari cinta, uang, keyakinan, ketenaran dan keadilan, berikan aku kebenaran. .…. Dan aku juga tahu betapa penting dalam hidup bukan untuk menjadi kuat tapi untuk merasa kuat, untuk mengukur kemampuan dirimu setidaknya sekali saja, untuk tahu rasanya berada dalam hal paling purba dari sejarah manusia, menghadapi kebutaan dan ketulian sendiri tanpa apapun yang membantumu kecuali tanganmu dan kepalamu sendiri. *** Into The Wild , sebuah film drama biograpi yang sangat ciamik yang menceritakan tentang pencarian jati diri seorang pemuda. Ia melakukan petualangan yang mungkin sulit untuk diikuti oleh pemuda lainnya atau petualang-petualang lainnya. Ia menamakannya dengan sebutan Supertramp (Petualang Super), yang menjadi nama belakang dari namanya yang berubah dari Christoper MacCandless menjadi Alexander Supertramp. Alex, begitu kemudian ia banyak disebut, menuju petualangannya yang ekstrim menuju Alaska....